Burung Elang Jadi Sasaran Para Penjual Ilegal

Burung elang adalah satu branjangan jantan diantara satwa yang dilindungi pemerintah. Keberadaaannya jadi penompang dalam rantai makanan jadi hewan pemangsa. Tapi nyatanya ada saja pihak yang berupaya menangkapnya dengan beraneka dalih untuk kebutuhan pribadi.

Screenshot_9

Demikianlah nasib yang dihadapi 15 elang yang di terima Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Ke-15 elang beraneka type itu adalah sitaan dari usaha penegakan hukum yang dijalankan di Malang pada dua pedagang satwa liar.

Ke-2 tersangka sekarang ini burung lovebird lutino udah diamankan Polres Malang. Sistem penyerahan ke PKEK dijalankan oleh Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) serta Polres Malang.

Manajer PKEK, Zaini Rachman bercerita pihaknya peroleh berita elang-elang yang diperjual-belikan di pasar gelap itu juga akan diserahkan ke PKEK pada Sabtu (15/07) yang lalu. Setelah mengkonfirmasi berita itu, PKEK selekasnya menyiapkan kandang-kandang untuk elang-elang itu.

baca juga ; jenis burung lovebird albino

Ia mengatakan seluruh elang-elang sitaan waktu ini diikutsertakan dalam program rehabilitasi. Elang-elang itu diinginkan dapat kembali peroleh insting liarnya saat dilepasliarkan kembali. Berbagai sistem bagian rehabilitasi harus dilewati elang-elang itu seperti kontrol medis sampai melatih kembali perasaan alami elang.

Namun sistem rehabilitasi hewan tidaklah suatu hal yang dapat diukur dengan periode waktu tentu. Ia menyebutkan PKEK masih tetap konsentrasi lebih dulu memeriksakan kesehatan elang-elang itu. Setelahnya, baru dijalankan pemantauan prilaku agar mendapatkan alur rehabilitasi yang pas.

“Kalau kelak diketemukan ada cacat fisik, sistem rehabilitasi dapat lebih panjang, prilaku elang juga kami cermati seperti apa. Bila fisiknya bagus, perilakunya bagus juga, akhirnya dapat lebih cepat. Jadi ini melahap saat yg tidak tentu berapakah lama bergantung semasing elang, ” tuturnya kala diwawancara wartawan, Jumat (21/7).

Salah seseorang dokter hewan PKEK, Dian Tresno Wikanti turut mengobservasi elang-elang sitaan dari type elang brontok serta elang jawa. Dari hasil pantauannya, elang masih tetap ada dalam keadaan stres. Hingga sistem pemulihan kesehatan untuk banyak elang tengah diistemewakan.

Terlebih, elang-elang itu kesemuanya masih tetap berumur dibawah setahun. Bahkan juga empat salah satunya baru berumur dua minggu. “Ada sebagian yang stress, lebih-lebih yang masih tetap kecil-kecil, kami masih tetap karantina untuk pemulihan, ” tangkisnya.

Di bagian beda, Wildlife Crime Coordinator dari Centre for Orangutan Protection (COP), Heri Susanto menyebutkan dua pedagang satwa liar dilindungi yang di tangkap di Malang itu sesungguhnya masuk radar COP mulai sejak Januari 2017. Para aktor bertransaksi penjualan hewan liar lewat sosial media. Penggerebekan pada akhirnya dijalankan dirumah ke-2 aktor selesai di pastikan tanda bukti satwa liar berada di tempat tinggal aktor.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s